Update Blog

Btw sekarang saya sudah tidak melanjutkan pengembangan blog ini lagi, kalo ada kesalahan ataupun janji yg tidak dapat saya penuhi, saya minta maaf ya hehe, terima kasih buat kalian

Wednesday, June 12, 2019

Perkembangan Rangkaian Kereta Stainless Steel Setelah 1,5 Tahun Beroperasi

Selamat datang semuanya... Hari ini saya akan membahas perkembangan kereta kelas eksekutif dan ekonomi premium keluaran 2018 yang dikenal dengan bodi stainless steel-nya. Sebelum itu saya pernah membahas topik yang mirip juga, tapi disini lebih menekankan selama 1,5 tahun apa saja sih yang bisa kita simpulkan selama ini, dengan kata lain review long-term/jangka panjang.

Topik sebelumnya: "Stainless Steel, Era Rangkaian Selanjutnya ?"

Btw jadi kangen buat menulis lagi. Kalo masalah update, sebenarnya sekarang lebih sering di ig saya @spoormania35; Karena jujur saja lebih demen buat upload video daripada ngetik-ngetik hehehe... Daripada basa-basi, langsung saja kita meluncur ke bawah:


Sepanjang Riwayat Hingga Saat Ini
Pertama, rangkaian kereta penumpang seri tahun 2018 dan 2019 ini bisa dikatakan berjalan lebih sukses daripada tahun-tahun sebelumnya, terutama sebagai penyempurnaan seri tahun 2016 dan 2017 yang lalu. Dalam sejarah perkeretaapian di Indonesia, baru rangkaian yang diproduksi oleh tangan para teknisi PT INKA ini yang dimana secara angka produksi menembus lebih dari 10 trainset/rangkaian (1 trainset = 8 kereta penumpang, 1 kereta makan, dan 1 kereta pembangkit), bahkan menembus angka 20 ke atas selama tahun 2018 kemarin. Sebagian video hunting saya, ada yang menembus no seri 100 ke atas dalam satu kereta (semisal "K1 x xx 100).

Walaupun seperti itu, tahun kemarin saya mendapat kesempatan buat melihat langsung trainset yang pertama yang dimana waktu itu berdinas sebagai rangkaian KA Argo Lawu Fakultatif


Dihadirkan Fitur Terbaru
Kedua, sekarang ada juga beberapa rangkaian tersebut yang sudah diselipkan bagasi khusus sepeda yang dimana menjadi fasilitas baru di tahun 2019 ini. Harusnya terkhususkan sepeda lipat saja ya... Sebelum itu, seri tahun 2016 yang masih berbodi mild steel tersebut sudah disediakan ruang musholla walaupun cukup satu orang saja dan juga kamera cctv tiap kereta. PT KAI tampak serius memanfaatkan momen ini karena potensi sebagian masyarakat yang mulai membutuhkan mobilitas, terutama sepeda saat berada di luar kota.

Sebelumnya baru terbatas pada kereta komuter termasuk KRL Jabodetabek. Untuk kereta reguler dipelopori dari KA Pangandaran yang saat peluncurannya, sepeda lipat yang dibawa oleh para penumpang tersebut disimpan pada ruangan yang tersedia secara khusus saat perjalanan. Menurut pemantauan langsung saya, fitur ini tersedia salah satunya ada pada KA Sancaka Pagi arah Surabaya di dalam video ini (jadi dibandingkan trainset sebelumnya, terdapat logo sepeda pada kereta pembangkit disini).

View this post on Instagram

Tak terasa momen kereta api saat puasa kemarin mulai habis dan juga sudah sebulan yang lalu. Untuk spot disini ditutup KA Sancaka Pagi arah Surabaya dengan lokomotif CC 206 13 63 dan 12. Ternyata seluruh kereta keluaran 2018 keatas (stainless steel) sudah bisa mengangkut sepeda dan dugaan awal saya hanya sebagian saja. Seru sih apalagi buat yang naik dengan tarif parsial (entah sekarang masih berlaku atau tidak, soalnya sudah lama juga engga update)😗😗 ~ 🚂: KA Sancaka Pagi 📷: Xiaomi Redmi 4x 🏞️: Manahan, Surakarta ~ #kereta #keretaapi #keretaapiindonesia #keretaapikita #kai121#sancaka #dipolokomotifmojosari #dipolokomotifjatinegara #instatrain #cc206 #train #transport #rail #railways #railfans #cc20613100 #railways_of_our_world #railfansindonesia #semboyan35 #indonesiantrain #indonesianrailways #manahan #purwosari #surakarta #kotasolo #solo #exploresolo #xiaomi #redmi4x #spoormania35
A post shared by spoormania35 (@spoormania35) on



Bagaimana dengan Perkembangan Kereta Eksekutif Lama?
Buat anda yang baru pertama kali menaiki kereta kelas eksekutif dan berencana memilih yang model stainless steel ini, sebaiknya dipikir-pikir lagi. Banyak kereta reguler yang mulai berhijrah rangkaian menjadi keluaran terbaru seperti ini (kecuali keluaran 2016 dan 2017) dan konon untuk yang keluaran lama masih memiliki beberapa kelebihan dibanding rangkaian ini. Dari meja makan yang lebih lebar, kekedapan suara yang lebih mantep, pintu bordes pada beberapa kereta ada yang sudah elektrik (tidak perlu dengan manual lagi dan berguna pada beberapa momen), bahkan untuk kursi ada yang lebih empuk (entah kalo poin ini ada benarnya apa tidak). Sisanya lebih baik buat naik keretanya langsung saja terutama karena pengalaman dan pendapat tiap orang juga berbeda-beda (termasuk saya hehehe...). Kalaupun sudah, boleh banget buat naik eksekutif ini selanjutnya, apalagi terkenal betapa modern nya rangkaian ini dibanding yang lain.


Ekonomi Premium Dibanding Tahun Sebelumnya
Untuk ekonomi premiumnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan kalau ada rencana buat naik. Sama seperti kereta ekonomi keluaran 2 tahun terakhir yang lain, apabila kalian gampang mabuk ataupun pusing saat naik kereta api, ketika memilih kursi saat pemesanan tiket jangan yang berlawanan arah dengan kereta kecuali perjalanan malam. Jika itu perjalanan jauh, tiap 2-3 jam ambil sela-sela waktu buat relaksasi jalan sekitar dalam kereta karena kursinya yang lumayan sempit terutama kelebarannya. Sehingga badan jadi agak kaku kecuali kursi pada tengah kereta yang tertolong longgarnya jarak kursi.


Sebenarnya kereta ekonomi premium terutama dari tahun 2016 ini bisa dikatakan mirip-mirip dengan kereta ekonomi plus keluaran tahun 2012-2014 an, tetapi sudah terpisah dengan sandaran tangan dan bentuk kursinya saja sudah seperti kelas eksekutif. Bedanya kalau kelas ekonomi fixed/permanen sedangkan kelas eksekutif bisa dilipat. Sejujurnya masih bisa dikatakan nyaman dengan keberadaan AC di dalam kereta ini yang lebih adem dan canggih daripada kelas ekonomi keluaran 2009 kebawah dan bisnis yang dimana hanya tinggal pasang AC ruangan biasa karena sudah diperhitungkan sejak awal pembuatan kereta dan tidak lupa kursinya yang masih sedikit bisa buat rebahan dan diatur kemiringannya yang dimana untuk sebuah kereta ekonomi hal yang luar biasa wkwkwk... Saran saya untuk PT KAI, lebih baik jumlah kursinya dikurangi setidaknya 4 biji.

Bagian Eksterior Kereta
Untuk masalah bentuk fisik keretanya sendiri tidak banyak dibicarakan. Tapi entah kenapa kalau dilihat dari sisi ujung kereta seolah-olah lebih melebar, sedangkan sebelumnya malah meninggi. Dan yang menjadi pertanyaanku selanjutnya, bisa atau tidak dipasang stiker sponsor pada kereta ini? Terakhir, untuk kereta Luxury Class yang juga sama-sama berbodi stainless steel dari awal berdinas ini, saya pisahkan pada waktu yang lain saja.


Jadi sampai disini saja dulu pembahasan rangkaian kereta yang siap menggantikan keberadaan rangkaian yang sudah berumur dan juga menambah armada baik di Pulau Jawa ataupun mungkin juga di Pulau Sumatra ini. Masih ada sebagian kelemahan yang sudah ataupun belum diketahui, tetapi dibanding versi 2016 dan 2017 yang juga menggunakan mild steel, perubahan dari rangkaian kereta eksekutif dan ekonomi ini bisa dikatakan signifikan.

Sebelum move on buat menggunakan kereta ini selanjutnya dan terkhusus kelas eksekutif, seperti yang saya jelaskan di awal mau banget buat menyisihkan waktu mencoba eksekutif lama. Sasaran kereta sudah dapet, tinggal eksekusinya akan seperti apa. Yang pasti, selama 1,5 tahun rangkaian kereta ini bisa dikatakan telah berjalan dengan baik dan lancar. Oke, kita akan bahas seputar kereta api di Indonesia yang lain pada waktu yang akan datang.

So Much Thanks and Goodbye... ;D

Tuesday, May 14, 2019

CC 206 Setelah 6 Tahun di Indonesia

Selamat datang semuanya... hari ini aku akan membahas apa saja sih kontribusi lokomotif CC 206 di Indonesia, yang dikenal salah satunya sebagai lokomotif double cabin paling sukses dalam operasionalnya 6 tahun terakhir ini.


Pertama, dari sejumlah 100 buah lokomotif angkatan 2013 (generasi pertama), sebanyak 2 buah digunakan untuk kereta kepresidenan (biasanya no kode 87 dan 88). Menggantikan lokomotif penarik sebelumnya, CC 204 batch 2 yang pada sekitar tahun 2013 atau 2014 berhijrah ke bumi Sumatra Selatan. Buat yang kurang tahu kenapa harus 2 buah, salah satu lokomotif tersebut berperan sebagai cadangan semisal di tengah jalan si lokomotif utama tiba-tiba bermasalah. Apalagi untuk kepentingan skala orang no 1 di Indonesia, jangan sampai lah tugas kenegaraannya bermasalah gara-gara kereta yang dinaikinya mogok hehe... Tapi kereta hanya sebagai salah satu opsi transportasi kunjungan presiden ke suatu daerah. Biasanya saat menuju suatu daerah yang dimana jangkauan pesawat (sebagai transportasi utama Presiden) kurang efektif dibanding kereta api (kenapa malah bahas kereta kepresidenan ya...).

Kedua, pada tahun 2014 lokomotif CC 206 13 55 bisa dikatakan hampir afkir (istilah awamnya pensiun dini karena kecelakaan hebat) disebabkan terjadi anjlok di daerah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, ketika berdinas merangkai KA Malabar. Penyebabnya waktu itu karena rel yang dilalui kereta ini terjadi tanah longsor. Diam-diam (karena pasca anjlok sudah tidak ada kabar lagi) lokomotif ini dibangun kembali dan pada tahun 2018 akhirnya bisa beroperasi secara reguler. Wajar juga, umur baru setahun sudah terjadi insiden seperti ini. Hikmahnya, lokomotif ini menjadi yang paling terlihat fresh seolah-olah baru keluar dari pabrik dan banyak juga yang suka. Sebenarnya ada 2 lokomotif lain yang senasib, tetapi lokomotif ini menjadi pusat perhatian karena musibahnya lebih terasa dari kedua lokomotif tersebut apalagi saat-saat mengevakuasinya.

Ketiga, walaupun di Sumatra selatan seluruh lokomotif CC 204 batch 2 sudah ditugaskan menarik rangkaian babaranjang, CC 206 tetap bisa dapat jatah untuk menarik rangkaian tersebut. Sebenarnya agak aneh juga, CC 206 sejak keluar pabrik aslinya adalah lokomotif untuk menarik kereta barang, sedangkan CC 204 batch 2 sebaliknya, cocok untuk menarik kereta penumpang (walaupun sekarang sudah mulai dikembalikan perannya disana). Pada akhirnya, setiap satu rangkaian babaranjang dibutuhkan 3 lokomotif CC 204 batch 2 dan CC 201. Tapi untuk CC 206 cukup 2 buah saja, setara dengan CC 202, dan itupun kalau secara tenaga masih dibawah CC 205. Sedangkan secara teknologi sudah sama-sama canggih dan perbedaan tenaga pun juga tidak tampak jelas layaknya kedua lokomotif tersebut.

Keempat, seperti yang dijelaskan pada poin sebelumnya, lokomotif CC 206 pada awal-awal operasionalnya, ditugaskan menarik rangkaian kereta barang. Tetapi setelah itu juga digunakan menarik kereta kelas eksekutif, campuran, dan sebagian bisnis ataupun ekonomi premium bahkan juga ekonomi biasa. Awalnya kalo dipikir-pikir bukannya mubadzir lokomotif bertenaga besar ini juga diikutkan merangkai kereta penumpang yang dimana lebih ringan secara bobot total. Ternyata cocok-cocok saja untuk kereta ekspres setelah dicoba. Kereta semacam Argo Lawu dengan enteng bisa menempuh kurang lebih 45 menit dari Kota Solo menuju Yogya, dimana KRD Prameks masih lebih dari 1 jam.

Tidak hanya itu, untuk kereta penumpang rangkaian panjang seperti KA Kertajaya dan KA Tawang Jaya, dan kereta reguler yang melalui jalur pegunungan seperti di daerah Jawa Barat terutama bagian selatan, peran lokomotif CC 206 menjadi lebih terasa.

Kelima, mulai tahun 2016 jumlah unit lokomotif CC 206 sudah melebihi CC 201 sebanyak 150 unit (sedangkan CC 201 sebanyak 144 unit) dan semuanya bisa dikatakan masih berjalan dengan baik. Secara tenaga melebihi sang railsprinter CC 203, otomatis untuk track lurus lebih gampang buat diajak kenceng-kencengan. Teknologinya sudah maju dan setara dengan CC 205 yang dimana sudah 2 tahun lebih awal berada di Indonesia. Bisa dikatakan lokomotif ini hampir sempurna, kecuali masalah aerodinamika dan estetika yang masih dimenangkan CC 203 (dan juga CC 204 batch 2).

Keenam, awalnya klakson (atau istilah lainnya semboyan 35) CC 206 ini dikenal sangat berisik. Bahkan semisal kita berada dari jalur 1 dan lokomotif tersebut berada di jalur 5 pun kedengeran sangat keras. Kalau tidak salah sejak tahun 2016 sudah dikurangi tingkat suaranya sehingga sudah tidak membuat orang sekitar jadi gampang kaget (walaupun masih ada juga karena klaksonnya yang kurang berwibawa layaknya CC 201 salah satunya wkwk...).

Ketujuh, lokomotif ini menjadi yang ketiga tidak pernah diberi livery Perumka "merah-biru" dan satu-satunya untuk livery PT KAI yang lama. Kalau "si anak baru" ini dikasih baju Perumka, jadinya agak aneh aja hehe...

Kedelapan, walaupun peran "dua wajah" pada CC 206 ini berguna mempermudah masinis saat sedang melangsir sampai memindahkan posisi loko untuk perjalanan semacam arah Jember atau Banyuwangi yang melalui Kota Surabaya dan sebaliknya, kenyataannya seperti KA Wijayakusuma, KA Logawa, dan KA Sri Tanjung masih memakai lokomotif satu kabin terutama CC 201.

Kesembilan, secara tidak langsung salah satu efek hadirnya CC 206 disini beberapa kereta penumpang dapat diluncurkan dan dioperasikan lebih sering dari sebelum kehadirannya, termasuk untuk kereta tambahan. Karena tidak harus mengorbankan banyak lokomotif cadangan saat menghadapi beberapa event besar salah satunya akhir tahun dan Idul Fitri. Justru sekarang ini adalah masa dimana rangkaian kereta penumpang mengalami defisit karena secara bersamaan juga dilakukan regenerasi rangkaian yang sudah berumur

Terakhir dari segi eksterior. Awalnya seluruh lokomotif CC 206 menggunakan tralis besi untuk menghindari benturan benda luar terhadap kaca jendela lokomotif ini. Semakin sekarang, sudah mulai berkurang yang memakainya. Secara penampilan jadi lebih enak dilihat dan faktor keamanan yang membaik menjadi salah satu alasan tindakan tersebut

Sekian dari fakta-fakta lokomotif CC 206 setelah 6 tahun berkontribusi dalam mengembangkan kinerja PT KAI yang semakin membaik ini. Walaupun secara pribadi lokomotif ini berbanding terbalik dengan CC 203, tampak membosankan ketika lewat. Pada akhirnya terbiasa juga dan tidak perlu dipermasalahkan lagi, bahkan lebih terlihat mengejar fungsi daripada lokomotif yang lain terutama saat berada kecepatan maksimal. Mungkin ada informasi yang kurang, kritik dan saran, boleh banget buat berkomentar di bawah. Kita tunggu update blog ini selanjutnya

So Much Thanks and Goodbye... ;D

Saturday, May 11, 2019

Tutorial Mengatur View Kamera pada OpenBVE

   Selamat datang lagi teman-teman semua. Aku harap hari ini menjadi hari terbaik bagi kalian. Kali ini aku akan membagikan tutorial dalam mengatur view pada game Openbve, sesuai janji pada postingan sebelumnya.

   Mungkin belum banyak yang membahas topik ini, jadi sekarang menjadi kesempatan aku menjelaskannya sedetail mungkin karena kebanyakan pemain baru mungkin termasuk kalian bisa saja masih belum ngerti2 banget. Jadi tutorial ini memang tidak sepenting cara throttle, brake dsb, tetapi tidak ada salahnya mengeksplor lebih cara bermain game Openbve semisal sekedar show off susunan rangkaian pada kereta baik lewat Facebook, atau bahkan di blog dan Youtube seperti yang pernah aku lakukan.

   Sebelum kita nanti meracik-racik view camera, kita perkenalkan beberapa mode view dan pembahasan selanjutnya akan berhubungan dengan poin tersebut. Buat namanya aku buat sendiri aja agar bisa dimengerti

F1: Mode Masinis, tutorial ini lebih bisa diterima jika mode tersebut digunakan pada lokomotif dengan kabin 3D dibanding 2D
F2: Mode Luar Kereta, kalo di dalam game simulator lainnya mempunyai istilah mode "third-person". Kalo diatas tadi nama mode nya "first-person"
F3: Mode Pedestrian/Pejalan Kaki, lebih fleksibel dan seolah-olah kita seperti melihat kereta langsung
F4: Sama seperti poin sebelumnya, tapi lebih terfokus pada objek kereta. Kalau di klik F4 lagi akan menjadi zoom dan kalau di klik lagi akan kembali seperti semula

   *tambahan: Pada beberapa rute, termasuk dari FikriRF, sudah tersedia beberapa spot untuk view mode pedestrian/fokus secara tersendiri. Jadi tidak perlu repot-repot kita ambil pada posisi mana dan aku yakin jadinya kita merasa tidak perlu capek-capek mencari spot terbaik. Sisanya, masih bisa dikustom bagaimana pengaturan spot view yang sesuai. Untuk penjelasan lebih, kita bahas setelah ini

   Sekarang kita menggunakan sampel view seperti dibawah. Aku tidak akan memindahkan spot view karena nanti bisa jadi agak rancu, akhirnya malah tambah bingung hehehe... Disini untuk mengatur view, sepenuhnya pada tombol numpad. Kalo buat laptop harus gimana? cek postingan sebelumnya di bawah ini

 
   Sebelum dimulai, disini ada instruksi dasar untuk mengatur view:
Panah atas: melihat ke atas
Panah bawah: melihat ke bawah
Panah kiri : melihat ke kiri
Panah kanan: melihat ke kanan

   Btw, jangan lupa tombol "num lock" nya diaktifkan dulu ya.....

[1] tombol "3" berfungsi memundurkan spot view atau "9" untuk memajukannya
[2] tombol "2" berfungsi menurunkan spot view atau "8" untuk menaikkannya
[3] tombol "4" berfungsi memindahkan spot view ke kiri atau "6" untuk ke kanan
[4] tombol "5" berfungsi mengembalikan view seperti normal, tetapi juga kembali berada dekat kereta kalau mode pedestrian dan fokus.
[5] tombol "/" berfungsi memutar view ke kiri atau "*" untuk ke kanan
[6] tombol "0" berfungsi melebarkan sudut pada view, seolah-olah seperti wide angle pada kamera atau "." untuk zooming
[7] (Sengaja aku taruh terakhir karena agak panjang) tombol "1" untuk memindahkan spot view ke belakang atau "7" untuk ke depannya, khusus mode pedestrian dan fokus. Kalau rute lama, biasanya buat pindah spot view nya ditaruh pada tiap stasiun aja. Tapi beberapa tahun terakhir sudah disediakan spot view yang bisa dikatakan ala-ala cinematic shoot.

   Yup, pamit sampai disini dulu salah satu tutorial dasar bermain game Openbve bagi yang masih awam, walaupun disini aku juga belom jago-jago banget hehe... Semoga bisa berguna ataupun kalian bisa terhibur. Aku punya satu tips lagi:

Kalau kalian tidak mau mengendarai kereta dalam game Openbve tapi suka melihatnya lewat (baik pada mode pedestrian dan fokus), bisa kita aktifkan mode AI dengan mengklik tombol "m". 

Sepanjang aku membuat video gameplay ini di Youtube, aku jarang mengaktifkannya karena biar lebih natural dalam mengendarai kereta. Misal anjlok, yasudah anggaplah human error wqwqwq... Saran, kritik, dan unek-unek lainnya bisa kalian komentarkan di bawah. Kita tunggu update terbaru blog ini selanjutnya...

So Much Thanks and Goodbye... ;D